Belajar Matematika : Pembagian Waktu di Indonesia

Hallo semuanya,

Salam hoi hoi dan salam semangat…

Setiap hari Minggu dari pukul 09.00 WIB – 10.30 WIB, Rumah Belajar Ceria melakukan kegiatan rutin mengajar adik-adik usia SD dan SMP di kawasan Desa Sungai Pedado, Palembang. Sistem belajar yang diberikan adalah sistem bimbingan belajar, dimana adik-adik SD akan memilih pelajaran matematika/ IPA dan akan dikelompokkan dalam kelas-kelas kecil Saat ini terdapat 10 kelas untuk tingkat SD, Kelas Membaca dan Kelas Berhitung (I dan II SD), Kelas Matematika : Ibnu Thufail dan Ibnu Zuhri (III dan IV SD), Ibnu Sina dan Ibnu Majah (V dan VI SD), Kelas IPA : IPA A dan IPA B (III dan IV SD), IPA C dan IPA D (V dan VI SD). Setiap kelas memiliki seorang wali kelas dan pendamping. Sehingga akan ada satu/ lebih kakak-kakak relawan yang menghandle setiap kelas tersebut.

Hari ini kak Ama akan menceritakan pengalamannya mengenai proses mengajar dan belajar di kelas Matematika, Ibnu Thufail. Materi yang diberikan tentang pembagian waktu di Indonesia. Adik-adik di kelas Ibnu Thufail ini terdiri dari siswa-siswi kelas III dan IV SD. Materi pembagian waktu ini merupakan materi yang baru bagi adik-adik, tentu saja untuk memperkenalkan daerah-daerah di Indonesia yang masuk dalam WIB, WITA dan WIT harus menjadi perhatian lebih bagi kakak relawan (pengajar). Terlebih lagi, adik-adik masih asing mendengar nama-nama ibu kota provinsi seperti palu, makassar, jayapura, padang, pekanbaru, semarang dll. Jadi kak Ama berinisiatif menggunakan peta sebagai media sekaligus memperkenalkan peta dan bagaimana cara membaca peta Indonesia kepada adik-adik.

Kegiatan pendahuluan yang dilakukan adalah menanyakan pengetahuan awa adik-adik mengenai arah mata angin, barat, timur, utara dan selatan. Selanjutnya kak Ama menanyakan arah matahari terbit, adik-adik sudah tahu loh arah mata angin dan matahari terbit dari timur ke barat, karena adik-adik sudah memiliki pengetahuan tersebut maka kak Ama bercerita bahwa matahari terbit dari daerah paling timur Indonesia (Pulau Papua) menuju ke daerah paling barat Indonesia (Pulau Sumatera). Oleh sebab itu, di Papua paginya lebih cepat dari pada di Sulawesi, Kalimantan, Jawa dan Sumatera, maka di Indonesia terdapatlah tiga pembagian waktu, WIB, WITA dan WIT.

Untuk mengajarkan sesuatu yang baru kepada adik-adik itu ternyata susah-susah gampang, susahnya memberikan pemahaman bahwa waktu di Indonesia itu dibagi menjadi tiga dan perbedaan perjam nya di setiap wilayah, mudahnya karena pengetahuan baru dan sesuatu yang baru, mereka sangat antusian belajar. Untuk memberikan konsep mudahnya kak Ama membuat tangga waktu, dari WIB, WITA dan WIT. Seperti layaknya belajar tentang satuan jarak/ masa menggunakan tangga.

Menurut John Dewey anak-anak akan berkesan dalam belajar ketika mereka mengalami sendiri pembelajaran yang diberikan (learning by doing). Oleh sebab itulah, kali ini kak Ama mengeksplor pengalaman adik-adik dengan memberikan soal mencari letak daerah di peta, mengkategorikan daerah masuk wilayah WIB, WITA atau WIT, kemudian melihat ke tangga waktu dan mengkonversikan ke waktu untuk daerah yang ditanyakan.

Yuk kita intip gimana sih proses pembelajarannya,

Disini Tegar antusias banget buat menunjukkan sama temen-temennya dimana Medan, masuk ke wilayah apa, selanjutnya juga daerah Pontianak dan Jayapura. Tenyata Pontianak itu masuk wilayah WIB dan Jayapura masuk wilayah WIT, perbedaan waktu di Pontianak dan Jayapura adalah 2 jam. Jadi, kalau di Pontianak pukul 19.00 WIB, maka di Jayapura pukul 21.00 WIT. Adik-adik yang lain juga ga mau kalah sama Tegar dalam mencari lokasi, dan menjawab pertanyaan yang diberikan.

Melihat adik-adik antusias belajar bersama, membuat kakak-kakak relawanpun semangat juga buat mengajarnya. Salam semangat, Salam hoi hoi. (au)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *